Saya pertama kali tiba di Bali umur 13 tahun. Itu 17 tahun lalu. Sejak itu saya jatuh cinta pada kelor.
Tapi saya tidak menemukan brand yang bisa saya percaya. Tidak ada yang menunjukkan bagaimana kelor mereka dibuat. Atau oleh siapa.
Maka saya mendirikan Treelogy di Karangasem, Bali. Kami menanam, mengolah, dan mengantar kelor dari kebun kami sampai ke tanganmu. Kamu bisa datang dan melihat sendiri.
Kebanyakan produsen menggiling seluruh ranting, termasuk batangnya. Batang sulit dicerna tubuh. Itu sebabnya bubuk mereka cokelat dan pahit. Daun kami dipisahkan helai demi helai. Dengan tangan. Satu jam kerja hanya menghasilkan sekitar 12 gram bubuk daun murni.
Hari ini, para perempuan dari komunitas kami di Karangasem memilah setiap batch dengan tangan. Kami membayar 36,9% di atas upah minimum regional.